Saturday, June 27, 2015

my job

Tak terasa sudah 2 tahun lebih 6 bulan menjadi seorang pendidik di daerahnya sendiri. Apalagi sekolah tempat kerja saya merupakan sekolah saya dahulu. Banyak berubah memang, akan tetapi memori indah ketika sekolah dasar selalu terlihat manis di setiap sudut ruangan. Seakan kembali pada jaman dulu ketika menjadi seorang siswa.
Dahulu berstatus sebagai siswa namun kini duduk dibanggu guru. Bahkan masih saya temui orang yang dulu menjadi guruku dan kini duduk bersebelahan dalam satu ruangan kerja. Hehehe
Lucu memang jika di ingat kejadian kejadian dimana kekonyolan saya terjadi. Masa dimana dihukum berdiri di depan kelas karena tidak mengerjakan tugas, menangis ketika di isengin temen, suka nyimpen jajanan di loker meja, dan banyak lagi.
Saya termasuk beruntung bisa bekerja sekaligus bernostalgia di tempat yang membantuku untuk tahu tentang pengetahuan dasar.
Seakan-akan berada di rumah sendiri, segalanya jadi tahu tanpa harus dikasih tau. Bahkan foto masa sd saya masih tersimpan rapi. Hahaha wajah saya seperti itu.. ya ampun.. ^_~
"Bekerja sekaligus mereview memori jaman dahulu akan menjadi nilai tersendiri dalam kenangan yang tak bisa terlupakan" 

Perjalanan Hidup (Part 1)

1 April 2015
Tanggal dimana saya memutuskan untuk berhijab. Bukan karena sedang mengikuti trend atau biar hits seperti musim saat ini. Sebenarnya keinginan ini sudah lama,namun entah bagaimana selalu saja belum mantap sehingga baru terlaksana pada April 2015 ini. Alhamdulillah tanpa ada protes dan larangan dari orang terdekat. Memang tidak saya publikasikan kepada semua orang. Karena hijab bukanlah sebuah makanan publik dan toh, saya ini siapa sih?? Bukan siapa- siapa.
Menggunakan hijab bukan hal baru bagi saya. Sejak SMP sudah menggunakan,hanya saja baru digunakan saat bepergian atau sekolah saja. Namun kini bahagia banget ketika setiap saat menggunakan hijab. Rasanya semakin nyaman dan nyaman.
Bagi saya, hijab merupakan salah satu tuntunan dalam agamaku. Bukan karena trend kekinian saja. Kalau hanya mengikuti trend mungkin bulan depan taun depan atau beberapa taun depan akan pudar. Tetapi karena ini merupakan pilihan hidup saya maka insya alloh akan bertahan hingga ajal menjemput.
Saya akui, banyak perubahan ketika memutuskan untuk berhijab. Serasa terlindungi dan terkontrol ketika akan melakukan dan mengambil suatu tindakan.
Alhamdulillah juga, tempat kerja saya mendukung dalam berhijab. Karena bekerja pada sebuah yayasan keagamaan. Walaupun baru menggunakan hijab yang sederhana dan biasa-biasa saja. Saya memang tidak canggih dalam berkreasi hijab. Karena saya lebih menyukai hijab yang sederhana .

Wednesday, April 15, 2015

Orangtua, Peran Penting Bagi Anak

Orangtua berperan penting bagi keberhasilan anaknya. Bukan hanya mengandalkan guru yang mendidik hanya beberapa jam saja di sekolah. akan tetapi dalam keluarga lah si anak akan banyak memperoleh pendidikan, tentu orangtua lah yang menjadi guru bagi anak-anaknya ketika berada di rumah. Tidak ada orangtua yang mengharapkan buah hati menjadi anak yang rusak, buruk, tak terarah hidupnya. Harapan dan doa selalu yang mulus dan baik. Kelak anak ku akan menjadi Polisi, Pengusaha sukses, bahkan Presiden. lalu bagaimana seharusnya orangtua ketika dirumah? 
sesibuk orangtua dalam bekerja, pasti akan meluangkan waktu kepada anaknya. Anak akan merasa diperhatikan walau hanya 1 menit kebersamaan itu terjadi. Anak tidak butuh ajlan-jalan ke luar negeri atau diberikan hadiah yang fantastis. hanya dengan bersenda gurau di teras rumah, atau menemani anak bermain, atau sekedar menanyakan keadaan anak di sekolah. hal sederhana itu akan membuat anak merasa "bernilai". 
kebersamaan, perhatian, orangtua terhadap anak memberikan pengaruh positif bagi perkembangan anak. baik dalam akademik/pendidikan maupaun dalam sikap. banyak bukti tentang hal ini, prestasi anak membanggakan, nilai memuaskan, sikap terpuji. namun sebaliknya, apabila perhatian, kasih sayang orangtua yang diberikan kurang atau sama sekali tidak ada. maka anak akan memberikan respon yang buruk juga. mereka akan membuat ulah untuk mencari perhatian orang sekitar bahkan kepada orangtuanya. semakin buruk bisa berakibat fatal, anak menjadi salah jalan, pergaulan tidak terkontrol, mengenal narkoba dan minuman keras bahkan sampai bertindak kriminal. 
lagi lagi anak sasarannya. 
oleh karena itu, para orangtua sesibuk apapun anda sempatkanlah waktu untuk anak-anak kita. berikanlah perhatian dan kasih sayang, arahkan ke jalan positif. tentu anak akan memberikan respon yang menyenangkan pula. 

Tuesday, December 30, 2014

Celoteh Anak Desa: liburmu bukan liburku

Celoteh Anak Desa: liburmu bukan liburku: Hari-hari penting setiap bulannya berlaku bagi mereka. Bukan bagi diriku. Terlebih 3momen yang menurut mereka sangat penting yaitu idul fit...

liburmu bukan liburku

Hari-hari penting setiap bulannya berlaku bagi mereka. Bukan bagi diriku. Terlebih 3momen yang menurut mereka sangat penting yaitu idul fitri,natal,tahun baru. Memang sih dikalender tanggal-tanggal tersebut berwarna mencolok bahkan sudah jauh-jauh hari dilirik. Tetapi bagiku,mau dilirik dari 5tahun sebelumnya juga belum bisa merencanakan agenda untuk liburan bareng keluarga. Awalnya aku menolak dengan keadaan ini, iri dan marah jika pada 3momen penting itu kalender dikeluargaku tetap hitam. Namun kini aku semakin sadar dan mencoba untuk menikmati keadaan. Jika memang liburku bukan liburmu. Menjadi abdi negara demi menjaga keamanan masyarakat yang sedang menikmati liburannya menjadi lebih penting bagi ayahku. Bahkan harus curi curi waktu agar bisa menikmati momen penting bersama keluarga. Bagi kami liburan tidak harus pada tanggal merah dikalender namun tanggal merah dikalender keluargaku. Hidup ini indah,Allah sudah merencakan momen indah ini bagi keluargaku. Karena jika aku ikut liburan ditanggal merah dikalender itu berarti jalanan semakin padat. Olehkarena itu liburanku harus tertunda hingga orang-orang selesai liburan. Ayah,sekarang aku tau dengan pekerjaanmu... i ♥U

Wednesday, December 3, 2014

Ibu

kata ini yang entah sudah brjuta-juta kali aku panggil.
dan aku merasa tidak akan pernah bosan untuk kembali mengulangi kata ini.
ketika mata terbuka dari bangun tidur, dan hendak memejamkan kembali,
aku selalu memanggil IBU..IBU.. dan IBU..
Engkau pun tak bosan dan letih untuk menjawab setiap pertanyaan yang aku sampaikan,
begitulah engkau, sosok yang sabar, sayang, lembut, dan entahlah segala kebaikan ada padamu.
malaikat yang selalu ada disetiap aku membutuhkan,
menjadi teman, sahabat, orangtua, guru,
disaat mereka lari menjauh karena aku gagal
engkau setia berada disampingku
memberikan kekuatan baterai hingga penuh
canda, tawa, haru, engkau berikan
sering ku berfikir, tidaklah lelah dirimu?
namun, wajah selalu senyum yang engkau berikan.
terbuat dari apa engkau? sepertinya tetap kuat dan kokoh
tak ada kata mengeluh, tak ada kata kecewa
namun aku tahu, disetiap 1/3 malam engkau duduk bersujud
doa yang tulus dari malaikatk..
IBU.. aku sayang Ibu,,
entah berapa juta tahun aku bisa membalas segala yang kau berikan..


*teruntuk Ibuku tersayang

Thursday, November 6, 2014

# Galau

Kamis malam ini... entah apa yang aku rasakan. sepertinya hanya ingin sendiri dan sendiri. malas terima telpon, sms, sosmed. pokoknya hanya ingin diam. Aneh sih kadang. tetapi aku sadar aku sedang #galau. 

ternyata, aku bisa kena virus #galau juga. kirain imunisasi udah bikin aku kebal sama perbagai penyakit. ternyata tidak. ckkckckck

yang bikin sebelnya lagi #galau ku ini gak beralasan. Apa karena efek dari berjubel kerjaan yang antri menanti minta di sentuh, atau karena kondisi hati yang gak jelas?? duuuhhhh semakin gak jelas. 

bawaannya pengen tiduuuuuuurrrrr tapi aktivitas lain sudah menanti. Mana kadang kerjaan minta segera selesai. ditambah polah anak-anak yang kadang gak bisa di ajak kompromi dan mengerti kalau aku itu pengen dimengerti!!

jadi males kalau terima sms,wa yang gak penting. ngomong yang cukup jelas penting aja. bahkan semakin eneg kalau tulisannya di alay-alay-in. belum lagi yang kepo banget.  ada lagi yang "sengaja" bijak, "sengaja" pamer,,,, >>>> lagi makan nih, habis dari masjid. udaaah deh, itu lah gak usa dikabarin. kan emang uda kewajiban dan kebutuhanmu. gak sekalian aja semua ditulis dan di update dari bangun tidur sampe mau tidur lagi. 
> lagi bangun bobo....
> gosok gigi dulu
> siap-siap mandi pagi
>sarapan
> nyapu kamar biar bersih
> anter ibu, bapak, kakek, nenek. adek, tetangga...
> mau BAB nih
silahkan lanjutin sendiri..
lama-lama ada semut lewat juga dikabarin. hedewwwww,,, 

tuh kan mbleber kemana-mana, ya ini efek dari #galau bisa mbleber ceitanya.. hemmmm.. uda ah, dari pada mbleber nya bikin banjir atau nyesekin sampah rumahmu.. #galau ini akan aku bawa di alam mimpi... bye ZZZZZZZzzzzzzZZZZzzz...............nite gaes ^___^