Sunday, February 23, 2014

Abu Gunung Kelud

Jumat, 7 Februari 2014

Alarm berbunyi pukul 04.30 wib. Segera ku ambil air wudhu dari kamar mandi dalam rumah, langsung ku langkahkan menuju tempat ibadah yang biasa aku gunakan.10menit berlalu, sesekali ku menatap dari kaca ventilasi kamar mungilku, "masih gelap", gumam ku. serasa tak percaya dengan keadaan gelap di luar rumah aku kembali melirik jam dinding dan memang benar sudah pukul 04.45 wib, mungkin mendung juga bisa sih, jadi cuaca masih gelap. Karena merasa keadaan aman-aman saja, akupun santai sambil merapikan tempat tidurku yang sedikit berantakan. terdengar dari balik jendela kamarku took..tok..tok.. "Wi, bajumu yang dijemuran cepetan diambil ya..nanti ndak kotor", kata Ayah dari luar kamar ku. "Iya..iya,, bentar", jawabku. Pikirku sih kotor karena kena air hujan. Akhirnya aku keluar rumah  juga, dan... Astagfirullah... ya Alloh hujan Abu!!! Merapi kah?? kataku dalam hati. Langsung aku cek twitter dari hp ku. Hahh!! Gunung Kelud?? masih tidak percaya,, masak sih Kelud kan di Jatim..


Masih panik dengan Abu yang turun deras, hp ku tak berhenti berdering, sms, telpon dari wali siswa serasa silih berganti. Kondisi seperti ini tak mungkin kegiatan belajar bisa berjalan, Gurunya aja panik. Kembali melirik jarum jam, sudah pukul 07.00 wib, dan langit masih gelap. Ya Alloh, Maha Besar Engkau, Pemilik alam raya ini.. lindungilah kami lindungi saudara-saudara muslim kami, semoga senantiasa dalam lindunganMu ya Rabb.. tak henti-hentinya mulut ini berhenti berdoa, ku lihat Ibu menatap ke arah luar dari jendela dapur.. terlihat air mata sedikit menetes dipipi dan mulut bergerak pelan.. ya doa seorang Ibu..

                                           (gambar atas : suasana sekolah 7 februari 2014 )

Aku putuskan telpon kepala sekolah, dan instruksi langsung sekolah diliburkan sampai menunggu informasi dari dinas. baru kali ini aku merasakan hujan abu yang deras, mengingatkan peristiwa Merapi yang lalu, juga hujan abu, namun tak separah ini. dan ini Kelud bukan Merapi. yang jarak dari rumahku sekitar 8 jam perjalanan sekitar 300 km bahkan lebih.. dari rumahku saja begini bagaimana yang di lereng Kelud sana.. keluar rumah masker, topi, kacamata menjadi senjata ampuh melawan abu vulkanik yang sangat lembut. tak ada rumah yang bersih. semua bertabur dengan abu Kelud. kamipun disibukkan dengan rutinitas baru, menyapu menyapu dan menyapu ngepel ngepel rumah tanpa henti. hanya doa menanti hujan yang selalu diucapkan untuk mengurangi dampak abu ini..
pelajaran berharga dari sebuah peristiwa, jika Alloh menghendaki maka tanpa diduga akan terjadi. Segala hal yang diberikan Alloh selalu disyukuri, karena dengan peristiwa, manusia akan lebih bijaksana..semoga :)

No comments: