Saturday, December 8, 2012

Perlukah Fogging ?


          Fogging atau dikenal dengan pengasapan merupakan salah satu tindakan yang sering dilakukan oleh Dinas Kesehatan sebagai salah satu tindakan pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Lalu,  bagaimana dengan penggunaan fogging? Sejauh ini, Daerah yang dilakukan pengasapan hanya aman dari gigitan nyamuk kurang dari 4 hari. Walaupun selama kurun waktu 4 hari itu kita aman dari kehadiran nyamuk, sebenarnya ada bahaya lainnya yang mengancam yaitu bahan fogging itu sendiri. Bahan yang digunakan adalah air, mitan atau solar atau oli, bahkan di tambah insektisida. Solar mengandung senyawa belerang yang dapat membahayakan kesehatan. Bentuk  kabut asap dapat dibuat dengan cara melakukan proses pembakaran yang tidak sempurna dari bahan-bahan tadi. Hasil yang dominan dari proses ini adalah gas karbon monoksida (CO). Nah, gas CO ini sendiri apabila terhisap ke dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang akan dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena gas CO bersifat racun metabolisme, yakni ikut bereaksi dengan darah. Sedangkan insektisidanya pun, jelas membahayakan kesehatan tubuh kita. Baik kepada orang yang melakukan pengasapan maupun orang-orang yang terpapar asap.
Kita tidak hanya langsung tinggal diam saja dan santai-santai setelah dilakukan tindakan fogging. Agar tetap terhindar dari penyakit seperti BDB sebaiknya pola hidup sehat selalu digalakkan. Mungkin akan sangat berarti jika seluruh lapisan masyarakat ikut serta dalam kesadaran diri menjaga lingkungan tempat tinggal masing-masing. Banyak cara yang dapat dilakukan dengan mudah dan aman, misalnya membuang sampah pada tempatnya, mengubur barang-barang bekas seperti kaleng, botol kaca minuman. Rutin menguras tempat penampungan air, membiasakan untuk selalu membuka jendela pada pagi hari agar rumah etrkena sinar matahari, mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bernutrisi.
Melalui pola hidup sehat yang mudah dan aman ini dapat membantu memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat agar tidak mudah rentan terhadap berbagai penyakit dalam musim pancaroba. :)


No comments: