Wednesday, January 11, 2012

belajar dari 2 nenek

Siang itu cuaca Jogja cukup panas, apalagi bagi pejalan kaki. Berasa matahari tepat berada di kepala ku. Fuihhhh.. pengalaman langka, maklum saja, ini pertama kalinya aku naik bus, biasanya bawa motor sendiri, tapi karena motor sedang dipakai orang rumah, ya mau nggak mau memanfaatkan kendaraan umum, toh malah efisien dang a bikin capek. Cuma capek dalam nunggu nya aja sih,,hihihi,, perjalanan pulang dari kampus menuju halte bus sebenarnya nggak begitu jauh, tetapi karena aku harus fotocopi makalah yang aku bawa ini ya harus berjalan memutar arah dulu, baru sampai halte bus. Aku tengok jam di Hp “BB” ku, “ yah,,, baru jam 12..harus nunggu 45 menit nih,,” jadwal bus tiba di halte jam 12.45 bro !. karena males nunggu di halte, toh tenggorokan berasa kering karena cuaca panas, aku menatap lurus di ujung jalan, ada banyak pedagang kaki lima disana, dari tempat ku berdiri, keramaian sudah terlihat, penjual bakso, soto, mie ayam, gado-gado. Es kelapa muda, es buah, bahkan penjual kelinci ^^. Pokoknya lengkap deh..
Aku jatuhkan pilihan kepada penjual es buah, “pak, satu ya,,” sambil ku duduk di bawah pohon dekat penjual es buah, mata menatap kearah jalan raya, menikmati segelas es buah sendirian, sebenarnya berasa “garing” ga ada teman ngobrol, penjual es buah pun sibuk, ga enak kalau di ganggu. Tiba-tiba mata ku tertuju pada suasana didalam penjual bakso, tampak dua nenek kira-kira berusia 70 tahun_an sedang asyik menikmati bakso dan berbicara, sepertinya topiknya sangat bagus sebab mereka saling merespon. Dari tempat ku duduk, aku melihat keakraban yang muncul dan suasana menyenangkan dari diri mereka masing-masing, dalam hati aku tertawa melihat pemandangan indah itu. “ lucu…tapi menarik” batin ku. Ingin tertawa tapi takut dibilang gila, soalnya Cuma sendiri sih,,hihihi :D
Lama aku memperhatikan dua nenek tadi, sampai tidak terasa es buah didalam gelas ku ludes tak bersisa, tapi mata ku masih memandang kea rah nenek-nenek tersebut, hingga dengan sadar aku melihat kedua nenek beranjak dari tempet duduknya dan keluar, tepat dihadapan ku mereka saling bersalaman dan berpelukan cium pipi kanan-kiri. Salah satu nenek itu berbicara “ ati-ati ya,, aku balik dulu, salam sama keluargamu..” katanya sambil memegang erat tangan nenek satunya sambil tersenyum. Senyumnya benar-benar murni , bukan senyum kebohongan. Dan nenek satunya pun membalas “ iya,, moga ketemu lagi, salam juga sama keluargamu ya,,” balasnya sambil pergi membawa beberapa bungkus belanjaan dan menuju ke tukang becak yang parkir di sebelah kiri ku. Sedangkan nenek yang satunya berjalan menuju sekolah SD yang ada tak jauh dari penjual bakso, mungkin akan menjemput cucu nya :D
Tiba-tiba….”mbak,,,,,,mbak……” aku dikagetkan dengan tepukan bahu ku oleh penjual es buah. “apa pak??” jawab ku. “itu bus nya uda datang…” haduuuuwwwww….. langsung cepet2 aku ambil selembar 10rb tanpa pedulikan uang kembalian es buah, aku lari mengejar bus yang hampir mau beranjak dari halte,,, uhffff…… Alhamdulillah…terkejar juga,,, akhirnya bisa duduk di dalam bus ber-ac. Lumayan adem,, tapi tenaga es buahnya berasa uda ilang dipakai lari dari ujung jalan menuju halte bus.. heheheh..
Di dalam bus aku masih teringat dengan adegan yang ditampilkan oleh dua nenek tadi, sungguh indah dan berkesan dalam hidupku.  Persahabatan tak akan luntur oleh zaman, walau sudah masuk usia senja, status sahabat tetap ada didalam hati. Itulah yang namanya SAHABAT SEJATI.
Jadi ingat dengan sahabat-sahabat ku yang lama tak jumpa, apa kabar sahabat ku? Semoga sehat selalu dan ingatlah, status sahabat tidak pernah hilang dalam hati ku ^^ miss u…

No comments: